Loading...
Logo Kiri
Logo Kanan
logo

| SAMBUTAN

    Karya sastra bermutu menjadi cerminan jiwa dan tingginya peradaban sebuah bangsa. Melalui untaian kata-kata, kita diajak menelusuri pemikiran, emosi, dan sejarah yang melampaui waktu. Di tangan seorang maestro seperti A.A. Navis, sastra menjadi alat yang menggerakkan, membangunkan kesadaran kita akan pentingnya memahami diri sendiri dan masyarakat di sekitar kita. Robohnya Surau Kami tidak hanya sekadar sebuah cerita, tetapi sebuah teguran yang masih relevan hingga hari ini—teguran untuk merenungkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal kita.

    Peringatan 100 tahun A.A. Navis dirayakan secara internasional melalui ketetapan Sidang Umum UNESCO, yang merupakan pengakuan atas kontribusi besar beliau terhadap sastra Indonesia dan dunia. Hal ini memberikan dampak signifikan terhadap pengenalan sastra Indonesia di kancah internasional, membuka jalan bagi karya-karya sastra kita untuk lebih dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat global. Pengakuan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi bangsa kita, tetapi juga mengokohkan posisi sastra Indonesia sebagai bagian penting dari khazanah sastra dunia.

    Peringatan 100 tahun A.A. Navis tidak hanya dilakukan secara luring, tetapi juga dirayakan secara daring dalam bentuk pameran virtual. Melalui pameran virtual ini, kami berupaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk generasi muda yang akrab dengan dunia digital. Pameran ini memungkinkan pecinta sastra dari berbagai penjuru, tanpa batas ruang dan waktu, untuk bersama-sama menikmati dan merenungkan kembali karya-karya A.A. Navis yang telah memperkaya kehidupan kita. Dengan cara ini, sastra Indonesia tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang dan dikenal luas, sesuai dengan semangat zaman.

     Harapan kami, melalui pameran ini, semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk mencintai dan mendalami sastra Indonesia. Bersama dengan karya para sastrawan lainnya, karya-karya A.A. Navis adalah warisan berharga yang akan terus hidup. Karya sastra bermutu harus menjadi obor yang menerangi jalan kita, mengajarkan kebijaksanaan, dan memupuk rasa cinta terhadap budaya dan jati diri bangsa. Semoga, dari sini, muncul sastrawan-sastrawan baru yang tidak hanya mengikuti jejak para pendahulu, tetapi juga menciptakan karya yang akan menginspirasi generasi masa depan.

Jakarta, 28 September 2024
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,
E. Aminudin Aziz

A. A. Navis Image